Sunday, October 17, 2010

Nasib guru TK di Madiun, Berhonor Rp 100.000 perbulan

Nasib guru taman kanak-kanak (TK) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, masih memprihatinkan.

Syamsumiati, salah seorang guru TK di Kabupaten Madiun, Jumat (15/10/2010), mengeluhkan honor para guru TK dan tidak mendapatkan tunjangan apa pun dari pemerintah daerah.

“Kami meminta agar pemerintah daerah memperhatikan nasib para guru TK ini. Selain tingkat kesejahteraan yang sangat minim, status para guru TK hingga kini juga tidak jelas,” ujarnya.

Menurut Syamsumiati, perwakilan guru TK se-Kabupaten Madiun beberapa waktu lalu sudah menyampaikan aspirasi mereka ke Komisi A DPRD Kabupaten Madiun. Namun, hasilnya tidak memuaskan dan nasib guru TK ini juga belum jelas.

“Kami ingin ada kejelasan masa depan kami. Sebagai guru TK swasta, kami sudah puluhan tahun mengabdi. Namun, selama ini tidak pernah ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Madiun soal nasib kami,” ucapnya.

Selama sepuluh tahun terakhir dalam perekrutan CPNS di Kabupaten Madiun, untuk formasi guru TK juga tidak ada. Padahal, secara langsung maupun tidak langsung, guru TK ini sebetulnya telah memberikan kontribusi mencerdaskan anak-anak sebelum menginjak bangku sekolah dasar.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh guru TK Al-Arifiyah di Kecamatan Mejayan, Yuni Purwati. Dia menilai, selama ini perhatian pemerintah daerah terhadap nasib guru TK sangat minim. Terbukti, pemerintah daerah tidak menganggarkan dana khusus untuk tunjangan guru TK.

“Kami telah mengabdi selama puluhan tahun di sekolah untuk mencerdaskan anak bangsa, namun perhatian kepada kami masih minim,” kata dia.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, Sumardi mengatakan, sesuai peraturan terbaru melalui surat edaran (SE) Menpan Nomor 05 tahun 2010 menyebutkan, terdapat guru TK yang sudah masuk database atau pendataan bisa menjadi PNS.

“Saat ini, baru lima guru TK yang telah masuk database PNS. Sedangkan, 961 guru TK lainnya belum masuk. Ke depan, kami akan memperjuangkan agar guru TK swasta ini juga masuk database,” kata Sumardi.

Pihaknya juga akan memberikan penambahan kesejahteraan bagi guru TK. Jika selama ini dalam sebulan hanya mendapatkan honor sebesar Rp 100.000 maka ke depan akan diberikan honor sebesar Rp 200.000 per bulan. Pemberian honor bagi guru TK ini akan diambilkan dari dana APBD, dana fungsional, dana kinerja, ataupun dana dari pusat.

http://www.surya.co.id/2010/10/15/nasib-guru-tk-di-madiun-memprihatinkan.html

Sunday, October 3, 2010

Penelitian Sifilis: Amerika Sebabkan 700 orang Guatemala Sakit Kelamin.

Presiden Guatemala Alvaro Colom teramat murka. Baru saja dia memperoleh informasi paling andal soal perilaku Uncle Sam (US alias Amerika Serikat alias Paman Sam) yang membuat warganya menderita selama 60 tahun. ‘

Adalah Profesor Susan Reverby dari Wellesley College yang buka suara soal uji coba obat penisilin untuk penumpas penyakit kelamin, sifilis. “Percobaan itu sudah berlangsung sejak 1940-an terhadap warga Guatemala,” kata Reverby.

Menurut catatan media massa seperti AFP dan AP pada Sabtu (2/10/2010), penelitian oleh Reverby menunjukkan penelitian medis Amerika menyebabkan hampir 700 orang di Guatemala terkena dua jenis penyakit kelamin. Para pasien dalam penelitian ini adalah para tahanan dan orang yang mengalami gangguan jiwa. Ironisnya, mereka tidak menyadari digunakan sebagai objek penelitian. Sifilis dapat menyebabkan gangguan jantung, kebutaan, penyakit jiwa, dan bahkan kematian.

Tak cuma itu, kata Reverby, para dokter menggunakan pelacur yang terkena sifilis untuk ditularkan kepada para pasien tadi. Dari situlah kemudian para peneliti itu memperoleh jawaban ampuh tidaknya penisilin sebagai obat sifilis. Termasuk, bisa tidaknya antibiotik itu dipakai sebagai salah satu pengobatan jangka panjang di kemudian hari.

Memang, menurut Reverby, para pasien kemudian diobati. Cuma, problemnya, tidak jelas berapa orang yang sembuh. Para korban sampai sekarang belum mendapatkan ganti rugi. Meski, selain Presieden AS Obama, Presiden Bill Clinton saat berkuasa juga pernah meminta maaf.

Kejahatan kemanusiaan

Sudah barang tentu kemudian Presiden Colom bak tersengat setrum kuat. Dalam bahwa kebijakan AS kala itu merupakan kejahatan kemanusiaan. “Rakyat dan media Guatemala sangat marah,” kata orang nomor satu Guatemala itu, yang sejatinya negaranya adalah sekutu dekat AS.

Menurut laporan media pula, Presiden Barack Obama telah meminta maaf kepada Colom. Menurut Obama eksperimen itu bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung Amerika. “Amerika berjanji melakukan penyelidikan,” kata Obama.

Barack Obama, sebagaimana pernyataan Gedung Putih, juga memastikan tekad Amerika untuk menjamin semua penelitian medis terhadap manusia memenuhi standar hukum dan etika internasional.

Kemudian, pernyataan bersama Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan Menteri Kesehatan Kathleen Sebelius mengatakan, “Walaupun insiden ini terjadi lebih dari 64 tahun lalu, kami sangat marah penelitian tercela itu terjadi dengan kedok kesehatan masyarakat”.

“Kami sangat menyesalkan ini terjadi, kami meminta maaf kepada semua warga yang terkena penelitian menjijikkan ini,” imbuh keduanya. “Mungkin saja, insiden seperti ini terjadi di negara lain di dunia namun sebagai presiden dan warga Guatemala, saya harapkan, insiden ini tidak terjadi di negara ini,” demikian Presiden Alvaro Colom

Saturday, October 2, 2010

manipulasi pajak, Kekayaan Bahasyim Rp 932,2 Miliar

Bahasyim Assifie, terdakwa manipulasi pajak, dalam kurun waktu 2004 sampai 2010 diketahui memiliki uang mencapai angka Rp 932,2 miliar. Hal tersebut terungkap dalam persidangan perdana Bahasyim Assifie di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (30/9/2010).

Jaksa penuntut umum Fachrizal, dalam surat dakwaannya, mengungkapkan, uang tersebut berdasarkan rekening koran dalam kurun waktu sejak 2004 sampai 2010, terdapat mutasi berupa pengambilan uang, pemindahbukuan, transfer atau uang keluar sebesar Rp 843,4 miliar.
"Kemudian terhitung sejak sekitar pertengahan April 2010, saldo akhir pada rekening Sri Purwanti (istri Bahasyim) sebesar Rp 41,7 miliar," katanya. "Bahwa jumlah harta kekayaan terdakwa berupa uang yang ditransfer tersebut mencapai Rp 932,2 miliar," kata JPU.

Uang tersebut ditranfer ke rekening Sri Purwanti sebesar Rp 905 miliar dan Winda Arum Hapsari (anak dari Bahasyim) sebesar Rp 26,5 miliar.

JPU menyebutkan, terdakwa yang mantan pegawai negeri sipil di Kementerian Keuangan mendapatkan uang itu dengan cara mendatangi wajib pajak.

Cara-caranya seperti terdakwa meminta sejumlah uang kepada Kartini Mulyadi (wajib pajak) dan karena takut mengingat terdakwa selaku pejabat Ditjen Pajak serta takut perusahaannya diganggu. "Kartini Mulyadi pun menyetujui permintaan terdakwa tersebut," katanya.

Karena itu, JPU menjerat terdakwa Bahasyim diancam dengan pidana Pasal 11, 12 huruf a, dan Pasal 12-b UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, dia pun dijerat dengan Pasal 3 huruf c UU Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 25 Tahun 2003 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

http://megapolitan.kompas.com/read/2010/09/30/21121255/Edan..Kekayaan.Bahasyim.Rp.932.2.Miliar

tak punya biaya pemakaman mayat istri pensiunan perwira polisi membusuk

Mengenaskan. Diduga akibattak punya biaya pemakaman , Ralim, 70, pensiunan polisi berpangkat perwira, membiarkan mayat istrinya, Harijati, 63, sampai membusuk. Selama tiga hari, mayatnya tak segera dimakamkan namun dibiarkan terbaring di dalam rumah, di Jl Kebun Kopi Blok I Perumahan Asrikaton Indah, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Bahkan rumah yang ditempati itu bukan miliknya melainkan rumah percontohan milik pengembang perumahan itu yang sudah rusak berat karena lama dibiarkan kosong. Rumah itu sangat kecil dan tanpa penyekat kamar. Saat diketahui tetangga, Jumat (1/10) petang, mayat korban sudah membusuk karena sudah tiga hari lalu meninggal dunia, Selasa (28/9). Kepada wartawan, Ralim, mengelak membiarkan mayat istri membusuk.

Ia beralasan menunggu keluarga istri dari Banyumas, yang akan mengambil mayat itu dan memakamkannya di tempat kelahirannya Banyumas. Namun ditunggu hingga tiga hari keluarganya tak juga datang, sehingga mayat itu sampai membusuk.

Baunya sudah menyengat hidung. Apalagi saat diketahui warga, mayat itu hanya diselimuti kain sarung dengan ditidurkan di kasur yang berada di lantai dalam rumahnya. Kemungkinan, jika tak segera diketahui tetangga, bisa jadi sampai beberapa hari lagi mayat itu masih terbaring di dalam rumah. “Malam ini kami lagi mengevakuasinya,” kata AKP Gatot Setiawan, Kapolsek Pakis, Jumat (1/10).

Sejauh ini, petugas belum berani menyimpulkan penyebab kematian korban karena menunggu hasil otopsi. Malam itu mayat korban dibawa ke Kamar Mayat RSSA Malang. Namun keterangan yang didapat polisi dari pihak keluarga korban, korban meninggal dunia karena sakit perut. Mungkin karena tak ada biaya, sehingga korban tak sempat dilarikan ke rumah sakit.

Informasi lain, kondisi itu akibat dipicu ekonomi korban yang serba kekurangan. Kabarnya, keluarga itu terlilit utang. Tak pelak, ia bersama keluarganya rela menempati rumah kosong, tanpa mengeluarkan uang sepersen pun.

Sebab, mereka tak mampu mengontrak rumah. Sebelum menempati rumah itu, Ralim bersama istrinya dan seorang anaknya, Kris Hartanto Hendrayana, 25, yang mengalami keterbelakangan mental sempat mengontrak rumah, yang berlokasi di belakang rumah yang ditempati sekarang ini. Namun karena tak bisa membayar kontrakan, terpaksa mereka hengkang dan menempati rumah milik pengembang perumahan itu, yang lama kosong dengan kondisi tak layak huni. Bahkan, kalau hujan, rumah itu banjir akibat atapnya banyak yang jebol dan temboknya sudah mengelupas.

Kematian korban itu diketahui tetangganya karena curiga setelah mencium bau busuk setiap kali melintas di depan rumah korban. Baunya sangat menyengat hidung. Semula warga mengira itu bau bangkai tikus. Bahkan warga sempat mencarinya namun tak ditemukan bangkai tikus di sekitar rumah korban. Setelah tak menemukan asal bau badek itu, warga ingat kalau korban sakit. Akhirnya, warga curiga.

Jangan-jangan korban meninggal dunia namun tak ada yang mengetahui. Cuma warga tak berani langsung menanyakan ke pihak keluarganya karena takut tersinggung atau tak terima. Apalagi, di perumahan itu keluarga Ralim tergolong tertutup meski tercatat sebagai penghuni baru. Delapan bulan lalu, Ralim bersama istrinya serta seorang anaknya, tiba-tiba menempati rumah tersebut.

Akhirnya, Jumat sore itu, Fatkhur, 46, yang rumahnya persis di dekat korban, memberanikan diri mengecek diam-diam. Sambil menutup hidungnya, ia mengintip dari balik jendela. Ternyata bau itu memang berasal dari dalam rumah korban. Cuma saat itu ia belum tahu dari mana asalnya. Setelah mengintip beberapa menit, Fatkhur baru terbelalak matanya melihat tubuh korban terbaring kaku di lantai rumah.

Akhirnya, sore itu warga perumahan langsung gempar setelah mendengar tetangganya meninggal dunia dengan kondisi sudah membusuk akibat tak segera dimakamkan. Dengan memberanikan diri, warga ramai-ramai mendobrak rumah korban kemudian mengecek apa yang terjadi. Setelah diketahui pasti kalau korban sudah tiga hari meninggal dunia, warga baru melapor ke polisi.

Ralim adalah pensiunan polisi dan terakhir bertugas di Polwil Malang, sewaktu Kapolwil dijabat Kolonel (Kombes—sekarang) Muhammad Zein. Ia pensiun dari korps baju coklat pada tahun 1993 lalu, dengan pangkat Kapten (sekarang AKP). Bertugas di bagian kesehatan Polwil Malang. Namun di akhir pensiun, kehidupannya kian memburuk.

Ia bersama keluarganya sering pindah-pindah rumah kontrakan. Bahkan saat ini untuk mencukupi kebutuhan keluarga, Ralim di usianya yang senja, kabarnya masih harus membanting tulang. Namun tak ada yang tahu pekerjaannya. Cuma tiap hari berangkat pagi dan baru pulang sore. Mungkin penghasilannya masih belum cukup, sehingga menurut sejumlah sumber ia sampai menggadaikan SK pensiunnya. Bahkan, masih menurut sumber itu, setiap bulan, ia hanya menikmati uang pensiun Rp 200.000 akibat uang pensiunan yang lain dialokasikan untuk mencicil utang .

http://www.surya.co.id/2010/10/02/tak-ada-biaya-makam-mayat-istri-membusuk-2.html