Monday, July 25, 2011

Malangnya Novi! Babak Belur Dihajar Pak Pendeta

Novi Aldi Anjasmara (21) tidak menyangka kalau akan dipukuli oleh orang yang belum dikenalnya itu, Sabtu (23/7/2011). Kejadian itu terjadi diwarung milik abangnya di Villa Diamon.

Novi yang saat itu baru saja mau mandi sore dikejutkan dengan seseorang yang datang diwarung milik abangnya. Orang yang tidak dikenal itu terus mengedor-ngedorkan pintu warung, diapun langsung menuju depan.

Namun ia kaget bukan kepalang. Tanpa ba-bi-bu laki-laki bertubuh besar langsung memukulnya. Ia bahkan ditarik ke luar warung dan kembali dihajar hingga babak belur. Tidak sampai disitu saja, dia terus dikejar saat lari berusaha menyelamatkan diri. Setelah puas memukul dan menghajar Andi, laki-laki yang diketahui pendeta salah satu Gereja di Tiban langsung kabur dengan menggunakan mobil Toyota Avanza.

Atas kejadian Novi bersama keluarganya langsung membuat laporan ke Polsekta Sekupang. Namun sayangnya tersangka penganiyaan yang sudah dipanggil polisi justru tidak ditahan. Pelaku belakangan diketahui bernama Daniel itu tidak ditahan karena pihak keluarganya menjamin.

"Awalnya laki-laki itu menabrak bangku kayu yang ada di depan warung dan mobilnya lecet. Karena kesal laki-laki itu turun dan merobohkan bangku itu, sebelum pergi laki-laki tersebut meminta maaf kepada saya,"ujar Novi.

Kemudian dia pun memperbaiki bangku kayu yang rusak tadi. Setelah memperbaiki bangku itu Novi pun berniat mau mandi dan masuk ke dalam rumah. Belum lagi masuk ke kamar mandi dia dikejutkan dengab suara yang berteriak-teriak dan mengedor pintu.

Novi bergagas keluar dan langsung dihajar laki-laki yang belum dikenal itu. Bahkan saat dipukul ada beberapa orang teman pelaku yang melihat, namun hanya dibiarkan saja. Bahkan pelaku sempat bilang kepadanya silakan panggil siapa saja.

"Saya bingung saja, sudah memukul malah bilang seperti gitu. Usai dia pergi, ada seorang temannya malah mengatakan untuk pergi berobat saja,"ujarnya.

Sementara Ibrahim abang korbang mengaku kaget mendengar kejadian itu. Dia tidak terima atas perlakuan pelaku itu, bahkan atas kejadian ini anaknya trauma karena pelaku mengajar adiknya di depan anak laki-lakinya.

Pihak pelaku sudah beberapa kali memujuknya untuk melakukan upaya damai, namun tetap saja ditolak Ibrahuim. "Anak saya troma atas kejadian itu dan setiap ada orang datang ke rumah dia langsung sembunyi,"ujarnya.

Kanit Reskrim Polsekta Sekupang, IPTU Feri Kuswanto membenarkan kalau ada laporan tentang penganiayaan. Pihaknya membantah jika pelaku dibebaskan dan tidak ditahan. Fei mengatakan pihaknya belum melakukan penahanan saja.

"Tidak benar pelaku sudah ditahan lalu kita bebaskan. Hanya saja kita belum melakukan penahanan. Sebelumnya korban dan pelaku sudah ditemukan, namun belum ada kesepakatan perdamaian," ujarnya.

http://www.tribunnews.com/2011/07/25/malangnya-novi-babak-belur-dihajar-poilsi-tak-tahan-pelaku

Ada Tukang Roti Keliling "Sari Roti" di Singapura ?

Keberadaan tersangka kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin, kembali dipertanyakan. Pasalnya, saat Nazaruddin melakukan dialog dengan Metro TV, terdengar jingle khas dari usaha roti terkenal, yaitu Sari Roti.

Silakan buka tayangan wawancara tersebut pada link youtube berikut: http://www.youtube.com/watch?v uVOCPXMzFU
Hal itu menimbulkan kecurigaan dari beberapa penyimak acara itu, termasuk salah seorang Kaskuser dengan nama account nandabdg (kaskus holic). Dia membeberkan kecurigaannya di situs Kaskus pada Rabu (20/07/2011) pukul 09.01.

Inilah isi dari pernyataan tersebut:

"Keberadaan Nazaruddin: Indonesia saya ingin sekali membantah pernyataan pimpinan KPK yang menyatakan bahwa Nazaruddin tidak ada di Indonesia.

Saya menemukan petunjuk pada saat menyimak tayangan MetroTV pada saat mewancarai Nazaruddin. Saya kemudian memeriksanya dan semakin yakin akan temuan tersebut.

Mari kita perhatikan dan teliti bersama. Saya memeriksanya melalui Youtube dan dengan memperhatikan lagi ketika tayangan wawancara tersebut diulang oleh MetroTV:

1. Silakan buka tayangan wawancara tersebut pada link Youtube berikut: http://www.youtube.com/watch?v=uVOC_PXMzFU

2. Silakan perhatikan audio pada menit 2:22 sampai dengan 2:30

3. Maka akan terdengar suara/nada yang masuk ke dalam audio (background audio) tayangan wawancara tersebut. Suara atau nada yang masuk tersebut kebetulan sangat familiar dengan telinga saya, yaitu suara atau nada tukang roti keliling "Sari Roti" yang biasa berkeliling di perumahan.

Dalam hal ini, tidak mungkin suara tersebut masuk dari input audi di studio MetroTV. Satu-satunya jawaban adalah suara tersebut masuk dari input audio Nazarudin dan tidak mungkin tukang roti keliling "Sari Roti" berada di Singapura atau luar negeri.

Penulis di Kaskus itu kemudian menyimpulkan bahwa Nazaruddin ada di Indonesia. Dia meminta pembaca tulisannya juga dapat menganalisis video tersebut. Pesan ini dikirim ke berbagai milis dan grup Blackberry Messenger milik wartawan hari ini.

"Kesimpulannya adalah Nazarudin ada di Indonesia dan kemungkinan berada di sebuah rumah di salah satu komplek perumahan di Indonesia. kemungkinan besar di Jakarta. Hal ini karena tukang roti keliling tersebut biasanya beroperasi di perumahan. Semoga temuan ini bisa dianalisis dengan baik oleh rekan-rekan sekalian," tutupnya.

http://nasional.kompas.com/read/2011/07/21/14572827/Jingle.Sari.Roti.Terdengar.di.Metro.TV

Sabung Ayam, 3 Oknum TNI Dibekuk

Sebanyak 13 orang, tiga di antaranya oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan seorang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) diringkus petugas Polres Lamongan saat judi sabung ayam dengan omzet puluhan juta rupiah di Desa Beru, Kecamatan Sirirejo, Lamongan, Minggu (24/7) petang.

Judi sabung ayam di Desa Beru ini sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir, namun baru kepemimpinan Kapolres AKBP Marsudianto dan Kasat Reskrim AKP Rofiq Ripto Hima­wan ini digulung. Penggerebekan dipimpin langsung kapolres dan kasat reskrim bersama puluhan anggota.

Keberangkatan puluhan anggota polres itu menumpang dua truk dengan cara tiarap, seolah truk itu tidak bermuatan ketika menuju lokasi judi sabung ayam. Meski dua truk berpenumpang anggota serse, dalmas dan tangkal sudah masuk di lokasi sejak pukul 17.00 WIB, namun petugas belum langsung melakukan penggerebekan. Petugas sengaja membiarkan para pejudi bermain hingga menjelang selesai. Taktik ini dilakukan untuk memudahkan menangkap para tersangka.

Saat para tersangka memulai judi sabung ayam sebenarnya petugas juga sudah mulai melakukan penyelidikan dengan memetakan lokasi. Para pelaku memanfaatkan rumah kosong untuk mengadu ayam yang dijadikan sarana perjudian.

Hampir setengah jam petugas melakukan pengintaian dan meyakini semua pelaku sudah masuk ke rumah tempat adu ayam. Setelah itu, barulah puluhan anggota polisi bergerak dengan cara melokalisir lokasi dengan jarak 100 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).

Peringatan tembakan pertama diletupkan Kapolres AKBP Marsudianto disusul tembakan Kasat Reskrim AKP Rofiq Ripto. Saat itulah para pelaku mulai semburat, namun 13 orang di antaranya berhasil diringkus petugas bersama barang bukti uang tunai Rp 8 juta, 40 sepeda motor, 21 ayam jantan, puluhan pasang sandal dan sepatu serta alas dari karung goni.

Beberapa tersangka yang berhasil ditangkap berusaha mengelabui polisi. Mereka ada yang beralibi sebagai penonton, menagih utang serta pengantar teman. ”Perintah Kapolres siapa pun yang ada di lokasi harus ditangkap semuanya,” ujar salah seorang anggota yang turut serta dalam penggerebekan.

Penggerebekan judi sabung ayam ini merupakan keberhasilan terbesar bagi Polres Lamongan. Lokasi sabung ayam di Beru ini disinyalir berjalan cukup lama dengan beking oknum tertentu.

Evakuasi para tersangka berjalan cukup alot hingga mereka baru berhasil digiring ke Mapolres Lamongan pukul 20. 30 WIB berikut barang bukti sepeda motor, kurungan, uang, sandal, dan juga sejumlah ponsel.

Tiga anggota TNI yang turut serta diringkus di TKP adalah Serka M (40), Serda R (49) dan Kopka K (42). Ketiganya bertugas di kesatuan masing-masing di wilayah Lamongan.

Sedangkan tersangka lain yakni, seorang guru SDN, Su (57), Haji Sukirno (57) warga Sukodadi, Budi Hartono (31) , Sarkiyadi (39), Ahmadi ((38) ketiganya warga Beru, Gunawan (36) warga Sukodadi, Suhadak (42) warga Kadungrembuk Sukodadi, Mutsari (28) warga Sirirejo, Edi Susanto (32) warga Beru dan Suko (53) warga Bandung Kecamatan Lamongan Kota.

Ada kemungkinan besar jumlah tersangka akan bertambah setelah dilakukan penyidikan terhadap ketiga belas tersangka yang kini meringkuk di Mapolres. Lantaran masih banyak pelaku yang sempat kabur, itu dibuktikan dengan jumlah barang bukti 40 sepeda motor.

Wakapolres Lamongan Kompol Toni Sugiyanto kepada Surya semalam menyatakan, sebenarnya lokasi perjudian sabung ayam di Beru itu sudah lama menjadi target penggerebekan. Namun, ketika petugas hendak bergerak selalu bocor. ”Ya baru ini kita berhasil,” ujar Toni.

Penggerebekan terbesar di Lamongan itu menyusul pernyataan Kapolda Jatim baru Irjen Hadiatmoko yang berjanji memberantas perjudian.

Saat berkunjung ke kantor Harian Surya beberapa hari lalu, Hadiatmoko menyatakan pihaknya akan setel kencang soal perjudian. Ia tak mau kompromi dalam hal ini karena diyakini bahwa perjudianlah yang membuat masyarakat malas dan menjadi salah satu penyebab kemiskinan.

“Selama saya jadi Kapolda Bali, ada saja tiap hari kasus orang bunuh diri karena judi. Karena itu, saya tegas di sana soal yang satu ini, demikian juga di Jatim kali ini,” tegas Hadiatmoko.

Hadiatmoko memang dikenal sangat antiperjudian. Ketika menjadi Kapolda Riau, Hadiatmoko menggegerkan dunia perjudian di sana. Pada 23 Oktober 2008, atas perintah Hadiatmoko, Chandra Wijaya alias Acin ditangkap polisi. Di Riau, kala itu Acin dikenal sebagai raja judi kebal hukum. Omzet judinya diperkirakan mencapai Rp 3 miliar per hari.

Tidak hanya Acin yang ditangkap. Sebanyak 26 kaki tangannya juga dibuat tak berkutik. Bahkan, kabarnya ada beberapa perwira polisi yang langsung dicopot Hadiatmoko karena dugaan terkait kasus tersebut.

Di Bali, seorang bandar judi togel di sana, Teguh Eko Santoso, ditangkap di rumahnya di Jaya Giri XXII/27, Denpasar, pada 5 April 2011 lalu. Sebelumnya, Eko dikenal licin dan tidak tersentuh, sehingga seolah-olah yang bersangkutan kebal hukum.

Karena itu, kehadiran Hadiatmoko tampaknya bakal terasa spesial di Jatim. Menurut data di Polda Jatim, Januari 2011 hingga awal Juni lalu, perjudian mencapai 2.007 kasus, atau meningkat hingga 200 persen dibanding periode yang sama tahun 2010.

“Kalau ada perjudian yang sulit dibongkar dan ternyata ada dugaan keterlibatan jajaran saya yang melindungi, maka saya sendiri yang akan turun untuk menangkap. Jangan khawatir,” tandas Hadiatmoko.

http://www.surya.co.id/2011/07/25/sabung-ayam-3-oknum-tni-dibekuk

Sunday, July 24, 2011

Wow, Ada Foto Syur Mirip Hakim PN Sungailiat di Facebook

Facebooker di Sungailiat, Bangka, Provinsi Bangka Belitung heboh.

Pasalnya foto-foto syur mirip wajah seorang hakim bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat beredar di dunia maya itu.

Setidaknya ada tiga foto syur mirip hakim betrinisial Ar dengan wanita di facebook dengan pemilik account Iwan Semarang. Mulai dari berpelukan hingga ciuman hot.

Humas Pengadilan Negeri Sungailiat, Heneng Punjadi ketika dikonfirmasi wartawan sempat kaget. Heneng sama sekali tak menyangka bahwa foto pria berkaca mata di FB dengan nama 'Iwan Semarang' mirip anggota hakim di Sungailiat yakni Ar.

"Saya sendiri baru tahu foto itu. Kemarin sempat saya lihat di facebook. Dan itu benar foto Pak Ar sama wanita itu," ungkap Heneng saat ditemui di Pengadilan Negeri Sungailiat, Jumat (22/7/2011) siang.

Ketika ditanya tanggapanya pihak PN Sungailiat terkait foto syur oknum hakim, Heneng menegaskan, jika benar foto tersebut Ar, melanggar kode etik selaku anggota hakim yang diatur dalam Pedoman Perilaku Hakim atau disebut PPH.

"Jelas sangat tidak pantaslah kalau dilihat di internet itu . Apalagi dia merupakan seorang hakim. Dan lagi dia kan setahu kita sudah punya keluarga atau istrinya. Dan wanita yang ada dalam foto itu saya sendiri tidak kenal tapi yang jelas itu bukan istrinya," ungkap Heneng.

Hakim Ar belum bisa ditemui. Heneng mengataan kalau sedang tidak masuk kantor.
http://www.tribunnews.com/2011/07/22/wow-ada-foto-syur-mirip-hakim-pn-sungailiat-di-facebook