Thursday, April 22, 2010

Mandi di Curug Pengantin, Cepat Dapat Jodoh


NAMANYA Curug Pengantin atau Air Terjun Pengantin, terletak di tengah hutan Dusun Parduli, Desa Kracak, Ajibarang, Banyumas. Meski air terjunnya hanya setinggi dua meter, namun dipercaya warga Parduli dan sekitarnya, apabila mandi di Curug Pengantin ini bisa untuk menolak bala atau kesialan dan utamanya bisa mempercepat dapat jodoh. Biasanya mereka yang melakukan tirakat mandi di Curug Pengantin ramai pada malam Jumat Kliwon antara jam dua belas malam hingga jam dua dini hari.

Menurut Yasmirja (65), sesepuh Desa Parduli yang tempat tinggalnya tak jauh dari Curug Pengantin, kepercayaan warga akan keistimewaan Curug Pengantin untuk menolak bala dan mendatangkan jodoh sudah turun-temurun sejak lama.
"Anak saya sendiri, Tukirah, waktu suaminya meninggal, lama tak memperoleh lelaki lagi, begitu saya sarankan mandi di Curug Pengantin, tak berapa lama langsung dapat jodoh dan kini mereka sudah hidup rukun," katanya, kepada krjogja.com, Rabu (21/4).

Mandi di Curug Pengantin juga dipercaya dapat menyelesaikan masalah. Kalau ada masalah dalam rumah tangga atau persoalan hidup lainnya, maka permasalahannya akan segera teratasi jika sudah melakukan tirakat. Tak heran bila malam Jumat Kliwon, imbuh Yasmirja, selalu saja ada orang yang sengaja datang ke area tersebut untuk mandi dengan penerang senter. Bahkan untuk lebih memudahkan mandi, di sebelah curug dibuat pancuran dari bambu.

Sejarah penamaan Curug Pengantin, tuturnya, pada tahun 1960-an ada sepasang pengantin muda yang mandi di tuk tersebut. Namun kemudian menghilang atau muksa, tanpa diketahui kemana dan oleh sebab apa mereka berdua menghilang. Sejak kejadian tersebut, maka oleh warga setempat lokasi air terjun tersebut dinamai Curug Pengantin.

Cerita-cerita mistis di Curug Pengantin juga terbilang banyak. Yasmirja mengaku pernah melihat sendiri, tanah di dasar curug tiba-tiba meledak dan merekah. "Waktu itu malam hari, saya mendengar suara ledakan, begitu saya turun ke curug, tanahnya merekah, tapi anehnya, pada pagi harinya, kondisi tanahnya sudah nutup kembali seperti sedia kala. Pernah pula, saat anak pertama saya meninggal dunia, saya akan memandikan jenazahnya, mendadak airnya langsung berhenti mengalir," katanya.

Badri, warga Desa Parduli lainnya menambahkan, terkadang di atas curug hinggap seekor burung perkukut. Tapi begitu ditangkap dan dibawa pulang berubah jadi ular weling. “Yang mengalami hal gaib seperti itu tak sedikit,” tuturnya.

Lokasi Curug Pengantin itu cukup sepi, sekitar 8 kilometer dari Kecamatan Ajibarang. Jalannya menanjak dan belum diaspal. Baik musim hujan maupun kemarau, Curug Pengantin tetap memancarkan airnya yang jernih. “Disini airnya tidak pernah surut,” pungkas Yasmirja.

http://www.krjogja.com/news/detail/29506/Mandi.di.Curug.Pengantin..Cepat.Dapat.Jodoh.html

No comments:

Post a Comment